Minggu, 26 Desember 2010

Kualitas pendidikan

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Kualitas pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sumsel masih di bawah standar.Buktinya,lulusan SMK di Sumsel belum mampu bersaing dengan lulusan SMK di Pulau Jawa.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Ade Karyana mengatakan, hal ini disebabkan belum meratanya kualitas tenaga pengajar dan fasilitasSMKdiSumsel.”Memangsecara kuantitatif faktor SDM masih perlu diperbaiki,termasuk pembenahan kualitas keterampilan para guru SMK.Kita akan melakukan pembenahan ke arah situ,tapi butuh proses dan ini akan kita lakukan mulai tahun depan,”ujar Ade kemarin. Karena itu,tahun depan pihaknya berencana meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru SMK di Sumsel agar dapat menjadi tenagapendidikprofesionaldanmampu melahirkan anak didik yang berkualitas sehingga kompetensi guru SMK lebih baik.”Guru SMK dituntut mendidik siswanya tidak hanya teori,tetapi pedagogis dan diarahkan lebih banyak pada pendidikan praktik,”jelasnya.

Adapun program pembenahan itu antara lain memberikan pelatihan khusus kepada guru SMK se- Sumsel sesuai jurusan atau bidang mereka dalam mengajar. Selain itu, guru-guru berprestasi diharapkan bisa melanjutkan jenjang pendidikannya ke S-2. ”Jadi kita harapkan guru-guru SMK di Sumsel benar-benar memiliki kualitas,baik dalam penguasaan bahasa inggris ataupun bidang jurusan mereka, seperti automotif atau tata boga,”jelasnya. Untuk meningkatkan lulusan SMK siap bersaing dan memiliki kualitas yang bagus, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan instansi BUMN atau swasta di Sumsel dalam praktik magang.

”Kita maklum bahwa tak semua instansi BUMN atau swasta yang mau menampung pelajar SMK untuk magang di tempat mereka, walaupun ada sifatnya terbatas. Ke depan kita harapkan lebih banyak lagi instansi yang mau bekerja sama,”tandasnya. Dia berharap, setelah semua SDM tenaga pengajar dan fasilitas SMK di Sumsel dibenahi, pelajar SMK Sumsel harus siap bersaing dengan pelajar SMK lain di daerah lain di Indonesia. ”Kita ingin nanti pelajar-pelajar SMK di Sumsel dapat magang atau praktik di Jepang dan lainnya,” katanya. Masih minimnya kualitas SDM tenaga pengajar dan fasilitas SMK di Sumsel juga dibenarkan Kepala SMKN 6 Palembang Hj Natika.Menurut dia,kualitas SDM guru SMK harus ditingkatkan.

”Tentunya harus ada program penguatan SDM para guru SMK, mulai penguasaan di bidang teknologi, bahas inggris,hingga program keterampilan lainnya,” kata Natika. Dengan adanya penguatan tersebut, mereka akan mampu mencetak SDM sesuai kebutuhan dalam persaingan tenaga kerja internasional serta perkembangan industri nasional. ”Jadi intinya, sebelum melakukan perbaikan kualitas siswa, SDM gurunya dulu harus ditingkatkan,”tandasnya. Kendati bisa dikatakan kualitas SDM dan fasilitas di SMK belum merata, kinerja para guru sudah cukup maksimal.

”Kita masih tetap berpedoman dengan kurikulum pendidikan yang ada,apapun fasilitas yang kita miliki.Walaupun tergolong lama, kami para guru SMK harus mampu meningkatkan kualitas lulusan SMK.Terbukti, di SMKN 6 Palembang, setiap menjelang kelulusan siswa, masih banyak pengusaha atau perusahaan yang memesan alumni SMKN 6, untuk bekerja di tempat mereka. Khususnya di bidang kecantikan dan tata boga,” pungkasnya.